Cara Meminta Masukan / Umpan Balik Untuk Peningkatan Kualitas Sekolah

Pernahkan anda diminta mengisi form dengan satu pertanyaan sebutkan tiga kelemahan yang anda temui di sekolah?
Bagaimana anda mengisinya?
Mau dijawab sebenarnya, tidak enak. Tidak di jawab kok gimana gitu. Akhirnya anda cuma diam dan tahu-tahu waktu anda untuk mengisi form tersebut sudah habis, dan anda pun mengisi form tersebut sekenanya saja.
Akibatnya data yang terkumpul yang nantinya akan digunakan untuk perbaikan sekolah, jadi tidak maksimal. Dan perbaikan yang diharapkan akan mengena pada permasalahan yang sebenarnya ada, jadi tidak kena.
Jadi bagaimana kita bisa mendapatkan informasi yang kita butuhkan untuk perbaikan sekolah kita? Bagaimana kita bisa memastikan bahwa data yang akan kita dapatkan itu adalah data yang benar dan sahih?
Berikut saya akan bagikan dua pertanyaan yang saya temukan sangat efektif dan teruji telah digunakan dalam evaluasi program dan fakultas negeri dan internasional. Pertama: Dari skor 1-10 seberapa baguskah sekolah X? Semisal kita mendapat jawaban 7, maka pertanyaan selanjutnya adalah, "Apa tiga yang bisa membuat sekolah anda memiliki poin 10 di mata anda? Dalam pertanyaan ini kita berusaha untuk mendaptkan data subyektif yang dirasakan oleh seseorang. Pada umumnya orang jarang memiliki pemikiran mendalam tentang kekurangan sebuah institusi, untuk itulah penggunaan skor 1-10 ini bisa membantu orang tersebut untuk berpikir secara dalam. Skor ini juga memaksa orang tersebut untuk berpikir tentang kelemahan sekolah yang dirasakannya. dalam pelaksanaan, sangat jarang ada orang yang menilai institusinya dengan poin 10. Rata-rata akan memberikan poin 7-8. Dan hal ini bagus untuk kita bisa mendapatkan data yang diperlukan. Pertanyaan ini juga bisa digunakan dengan orang-orang yang memiliki kecenderungan suka angka. Nah untuk orang yang memiliki kesulitan untuk menjawab dengan skor, kita lanjutkan ke pertanyaan kedua. Pertanyaan kedua:
Kalau anda dipercaya menjadi penanggungjawab untuk meningkatkan mutu sekolah ini, anda memiliki dukungan dana dan kuasa penuh atas sekolah, apa yang akan anda lakukan?
Pertanyaan ini membawa orang yang ditanya dengan sebuah kekuatan imajinasi, pertanyaan ini memberikan jaring pengaman, dimana kita tidak meminta kekurangan sekolah, atau kekurangan dari pemimpinnya. Dengan pertanyaan ini kita mendapatkan solusi atas kelemahan sekolah ini dari mata orang yang diwawancarai. Jawaban atas pertanyaan ini memberikan kita gambaran kelemahan yang ada secara tidak langsung. semisal orang ini menjawab: "Saya akan melakukan pertemuan orang tua dan sekolah secara rutin, sehingga orang tua bisa mengetahui apa yang teradi di sekolah dan memberikan dukungan yang diperlukan anaknya dengan pemberlajaran yang ada di sekolah. Dari jawaban ini bisa kita tangkap, bahwa menurut interviewe saat ini sekolah belum melakukan komunikasi yang baik dengan orang tua sehingga orang tua belum memberikan dukungan yang optimal. Data ini masih bersifat mentah, kita harus catat, tetapi kita akan melakukan recek dengan jawaban dari semua unit anggota sekolah yang ada.
Pertanyaan kedua ini lebih cocok digunakan dengan orang yang memiliki sifat intim dan kurang kuat dalam analisis, meski begitu, kedua pertanyaan ini bisa juga digunakan bersamaan untuk mendapatkan kedalaman data yang lebih baik lagi. Bagaimana kita melakukan pengumpulan data? paling baik adalah dengan wawancara secara langsung, satu persatu. Dengan ini kita bisa mendapatkan hasil secara langsung dan kita bisa langsung melakukan penggalian data lebih dalam, saat ada data yang menarik.


Komentar